Blogger news

Samrah Azaffa. Diberdayakan oleh Blogger.

About

contact Person

081253726427 - Mangku Pin BB : 76646EFE Atau langsung mendatangi basecamp kami yang beralamatkan di: Perum Bengkuring Jl.Turi Putih 9,Blok E No 157,Rt 089,Sempaja-Samarinda. Kalimantan Timur.
Posted on Senin, 30 Juni 2014
Oud (Gitar Gambus) merupakan instrumen senar berbentuk saperti buah pir umum digunakan di dalam musik Timur Tengah dan Afrika Utara. Oud mudah dibedakan, yaitu tanpa frets dan neck yang pendek.

Sejarah Oud (Gitar Gambus) menurut Farabi, diciptakan oleh Lamekh, cucu keenam Adam. Konon bahwa Lamekh sangat sedih karena  melihat anaknya yang mati tergantung di pohon. Oud pertama terinspirasi oleh bentuk kerangka tulang belakang anaknya tersebut.

Catatan bergambar Oud tertua berusia lebih dari 5000 tahun yang lalu (disimpan di Museum Inggris) berasal dari periode Uruk di Selatan Mesopotamia (sekarang kota Nasiriyah) menggambarkan seorang perempuan meringkuk dengan instrumennya pada perahu, bermain dengan tangan kanan. Instrumen ini muncul berkali-kali sepanjang sejarah Mesopotamia dan lagi di Mesir kuno dari dinasti ke-18Alat musik ini telah menjadi bagian instrument musik dari masing-masing peradaban kuno yang telah ada di Mediterania dan Timur Tengah, termasuk Sumeria, Akkadians, Persia, Kurdi, Babilonia, Assyria, Armenia, Yahudi, Yunani , Mesir, dan Roma.

Oud sekarang benar-benar berbeda dari prototipe tuanya, Oud Turki berbeda dari Oud Arab dalam gaya bermain dan bentuk. Oud Turki berasal dari modifikasi Oud Arab. Perkembangannya terkait oleh Manolis Venios, seorang pemain Oud Yunani terkenal yang tinggal di Istanbul pada akhir abad 19 dan awal ke-20. Musisi Yunani dan Armenia menggunakan sistem nada Oud Turki.


Oud memiliki kisah  panjang di Irak, dikatakan bahwa dalam musik itu terletak jiwa negara. Seorang ahli hukum Baghdad abad ke-9 berbicara tentang kekuatan dari alat musik, dan penulis abad ke-19 Muhammad Shihab al-Din mengatakan bahwa "tempatnya emosi dalam keseimbangan" dan "menenangkan dan menyegarkan hati." Setelah invasi Irak dan tergulingnya rezim sekuler Saddam di tahun 2003, meningkatnya semangat militan Islam yang menganggap musik menjadi haram (dilarang) memaksa banyak pemain dan pengajar Oud bersembunyi atau mengasingkan diri.
Read More
Posted on
AZAFFA adalah sebuah grup kesenian musik gambus atau biasa di kenal dengan sebutan Samrah dari kota Samarinda. Kami terbentuk  tahun 2011. Karena sebelum berganti nama Azaffa kami dulu memakai nama Al- ASYIQ yang sudah berdiri kurang lebih sejak tahun 2004/2005. Namun ditengah berjalannya waktu kami pun membentuk grup baru bernama AZAFFA. Nama itu sendiri diambil dari kata "Zaffa" adalah sebuah ritual musikal di sebagian benua arab yang mana biasa di pergunakan sebagai musik iring-iringan pengantin atau acara sakral lainnya. Kini dengan management baru dan gaya bermusik yang baru kami hadir untuk menawarkan suguhan musik gambus guna memeriahkan acara resepsi dan moment penting bagi anda semua para pecinta dan penikmat musik Samrah.
Adapun paket yang kami tawarkan adalah :
  • Full Samarah (Lengkap dengan semua pemain musik dan perkusi hingga keseluruhan penari)
  • Semi Samrah (Separuh dari pemain Full Samrah)
  • Electone Samrah ( Player organ, vocal dan penari)

" MERIAHKAN MOMENT TERBAIK ANDA DAN TUGAS KAMI UNTUK MELAYANINYA"



!











Read More
Posted on Kamis, 26 Juni 2014
Sejarah Gambus Mulai di Indonesia

Selain marawis, jenis musik Islam yang juga begitu dekat dengan masyarakat Indonesia adalah gambus. Gambus merupakan salah satu musik yang telah berusia ratusan tahun dan masih bertahan sekalipun ragam jenis musik seolah mengepung . Gambus berkembang sejak abad ke-19 bersama dengan kedatangan para imigran Arab dari Hadramaut, Yaman Selatan ke Nusantara.

Musik gambus di Timur Tengah dinamai oud. Jadi, istilah gambus hanya dikenal di Indonesia. Hingga kini tidak ketahui siapa yang memulai menggunakan nama gambus.

Dengan menggunakan syair-syair kasidah, gambus mengajak masyarakat mendekatkan diri pada Allah dan mengikuti teladan Rasul-Nya. Oleh karenanya, gambus digunakan para imigran menjadi sarana dakwah di nusantara. Langkah ini kemudian diteruskan wali songo yang menjadikan gamelan menjadi sarana berdakwah.

Sementara itu, kendati awalnya Gambus merupakan sarana dakwah kaum imigran, seiring sejalan gambus berkembang menjadi sarana hiburan. Tidak heran pada 1940-an sampai 1960-an sebelum muncul musik melayu atau yang lebih dikenal musik dangdut, gambus merupakan sajian yang hampir tidak pernah ketinggalan dalam pesta-pesta perkawinan dan khitanan. Gambus bisa dibilang cikal bakal dari musik dangdut yang sekarang telah menjadi konsumsi pencinta musik, tidak hanya di level menengah dan bawah, tapi sudah merasuki kalangan level atas.

Salah satu musisi gambus yang paling kesohor adalah Syech Albar, kelahiran Surabaya 1908, yang juga ayah penyanyi rock Achmad Albar. Pada tahun 1935, rayuannya telah direkam dalam piringan hitam His Masters Voice. Suara dan petikan gambusnya bukan saja digemari di Indonesia, tapi juga di Timur Tengah.

Namun, seiring dengan perkembangannya, kesenian gambus ini sudah mulai jarang dipergunakan, apalagi di masyarakat umum. Kelompok masyarakat yang masih sering memainkannya adalah masyarakat Arab keturunan.

Tapi sejak 2011an Orkes Gambus Mulai diminati oleh kaum muda tidak hanya dari kaum keturunan arab tapi juga masyarkat jawa khususnya jawa timur sudah mulai berkembang
Read More